Pertanyaanmengenai ke-ada-an sesuatu membuka jalan untuk meneliti "hakikat" kodratnya dan sejauh mana barang itu dapat dikenal dan dimengerti. [8] Dari sini tersirat bahwa Ibnu Sina mendekatkan pendirian (mengkompromikan) antara filsafat, ilmu kalam, dan tasawuf agar berjalan saling memberi dan melengkapi. Sedangkan bagi Ibnu Rusyd LimaPertanyaan dan Jawaban Tentang Ilmu Kalam. 1. Apakah nama lain dari ilmu kalam ? 2. Apa definisi ilmu kalam ? 3. Sasaran pembahasan ilmu kalam apa saja ? 4. Buah atau hasil dari mempelajari ilmu kalam itu apa ? 5. Darimana EMBED Rating Date February 2018 Size 30.9KB Views 5,409 Categories Documents Share Transcript RPPMA Ilmu Kalam X 1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : MA .. Mata Pelajaran : Ilmu Kalam Kelas/Semester : X/Ganjil Materi Pokok : Prinsip dan Metode Peningkatan Kualitas Akidah Islamiyah Alokasi Waktu : 6 Minggu x 2 Jam pelajaran @ 45 Menit A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Yangmereka cela adalah ilmu kalam yang menyimpang dari Ahlussunah, bukan yang malah menguatkan keyakinan Ahlussunnah seperti yang dilakukan Asy'ariyah-Maturidiyah. Bahkan, kitab ilmu kalam karya Imam Abu Hanifah (150 H) yang berjudul al-Fiqh al-Akbar sampai kepada kita di masa ini dan beredar luas. hasiltentang atas pertanyaan dan penunjang pengertian, ruang lainnya yangtanggapan dari siswa. 2 TM Buku Pedoman (45 x 4) Guru Mapel Akidah Akhlak MA, Kemenag RI, 2014 Buku elektronik tentang aliran-aliran dalam ilmu kalam serta hubungannya dengan radikalisme yang AliranMu'tazilah juga tidak menyebutkan atas dasar apa ajaran ini dikeluarkan, jadi kefalidannya tidak jelas. Ajaran ketiga aliran Mu'tazilah adalah janji dan ancaman yang di dalamnya tertulis bahwa "di akhirat tidak akan ada Syafaat karena syafaat berlawanan dengan al-Wa'du wal Wa'id (janji dan ancaman).". Dalamulasannya mengenai ilmu kalam, Ibnu Khaldun mendefinisikan bahawa ilmu kalam ialah: Untuk menjawab pertanyaan ini, Ibnu Khaldun memulai pembahasannya dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa tujuan utama ilmu kalam ialah tauhid, mengesakan Allah. Lebih jauh lagi, Ibnu Khaldun mendefinisikan tauhid secara berbeda dari yang kita temukan PertanyaanTentang Pemikiran Kalam Mutazilah Apa yang dipandang sifat dalam pendapat golongan, bagi Mu'tazillah tidak lain adalah Zat Allah sendiri. Aliran Mu'tazilah Orang Mu'tazilah berpendapat bahwa perbuatan Tuhan hanya terbatas pada perbuatan yang dikatakan baik. Makalah Ilmu Kalam - Contoh Makalah (Adeline Gibbs) dwjUl. Persoalan Iman aqidah agaknya merupakan aspek utama dalam ajaran Islam yang didakwahkan oleh Nabi masalah aqidah ini dalam ajaran Islam tampak jelas pada misi pertama dakwah Nabi ketika berada di Mekkah. Pada periode Mekkah ini, persoalan aqidah memperoleh perhatian yang cukup kuat dibanding persoalan syariโ€™at, sehingga tema sentral dari ayat-ayat al- Quran yang turun selama periode ini adalah ayat-ayat yang menyerukan kepada masalah keimanan. Munculnya berbagai kelompok teologi dalam Islam tidak terlepas dari faktor historis yang menjadi landasan kajian. Bermula ketika Nabi Muhammad saw wafat, riak-riak perpecahan di antara kaum Muslim timbul kepermukaan. Perbedaan pendapat dikalangan sahabat tentang siapa pengganti pemimpin setelah Rasul, memicu pertikaian yang tidak bisa dihindari. Semua terbungkus dalam isuisu yang bernuansa politik, dan kemudian berkembang pada persoalan keyakinan tentang tuhan dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok mereka sebagai pemegang โ€œpredikat kebenaranโ€. Munculnya corak pemikiran yang beragam dalam Islam disebabkan karena semakin luasnya wilayah Islam ke Timur dan ke Barat. Umat Islam mulai bersentuhan dengan keyakinan dan pemikiran dari ajaran-ajaran lain, terutama filsafat Yunani. Seperti diketahui wilayah-wilayah yang bergabung dengan Islam, terutama di bagian Barat adalah wilayah-wilayah yang pernah diduduki oleh bangsa RomawiYunani. Makalah ini akan mencoba menjelaskan aliran Jabariyah dan muktazilah. Dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan umum tentang aliran Jabariyah dan Qadariyah. Mencakup di dalamnya adalah latar belakang lahirnya sebuah aliran dan ajaran-ajarannya secara umum. Para pembaca yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang pengaruh ilmu kalam dalam ushul fiqih. selamat membaca. Pertanyaan ุจูุณู’ู€ู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู… ุงูŽู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู Semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam kebaikan dan lindungan Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala. ustadz. Afwan ana ingin bertanya. Mengapa ilmu filsafat disebut sebagai ilmu kalam ustadz? dan apakah boleh dipelajari, dan apakah ilmu kalam ini banyak masuk ke dalam ilmu ushul fiqih? Mohon pencerahannya ustadz Disampaikan oleh Fulan, penanya dari media sosial bimbingan islam Jawaban ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู ุจูุณู’ู€ู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู Alhamdulillฤh Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu alaa rasulillaah, Amma baโ€™du. Selamat datang di Media Sosial Bimbingan Islam kepada aditya***, semoga Allah selalu membimbing kita di dalam jalan keridhoan-Nya. Untuk menjawab pertanyaan saudara, maka perlu diketahui tentang istilah-istilah di atas sehingga kita bisa memahaminya dengan baik. MAKNA FILSAFAT Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia, kata majemuk dari philos yang berarti suka atau cinta, dan sophia yang berarti kebijaksaan. Sehingga secara bahasa berarti mencintai kebijaksanaan. Adapun secara istilah banyak definisi yang dikemukakan oleh orang-orang yang menggelutinya. Yang ringkasnya adalah Ilmu yang menyelidiki hakekat ketuhanan, alam semesta dan manusia, berdasarkan akal semata-mata, dan bagaimana sikap manusia setelah mencapai pengetahuan ituโ€. Lihat Sistimatik Filsafat, hal 11, Drs. Hasbullah Bakri Intinya, bahwa filsafat adalah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui hakekat segala perkara berdasarkan pemikiran akal semata. MAKNA ILMU KALAM Ilmu kalam secara bahasa dari ilmu dan kalam. Ilmu artinya pengetahuan, sedangkan kalam artinya perkataan atau pembicaraan. Adapun taโ€™rif ilmu kalam adalah sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Khaldun rohimahulloh wafat th. 1406 M โ€œIlmu yang memuat argumen-argumen aqidah keyakinan-keyakinan keimanan berdasarkan dalil-dalil akal, dan bantahan terhadap para ahli bidโ€™ah yang menyimpang di dalam aqidah dari pendapat Salaf dan Ahli Sunnahโ€. Muqoddimah Ibni Kholdun, 1/580 Adapun sebab penamaan ilmu kalam dengan ilmu kalam ada beberapa sebab, antara lain A Bahwa dengan ilmu ini, seseorang mampu โ€œkalamโ€ berbicara dalam masalah keyakinan keimanan. B Bahwa masalah keyakinan keimanan adalah masalah yang banyak โ€œkalamโ€ pembicaraan dan perdebatan dengan orang-orang yang menyelisihinya. C Bahwa Ahli Kalam banyak โ€œkalamโ€ berbicara dalam masalah keyakinan keimanan, yang seharusnya diam dan tidak membicarakannya. D Bahwa masalah โ€œAl-Qurโ€™an adalah kalam perkataan Allahโ€ adalah masalah yang banyak dibicarakan di dalamnya. Wallohu aโ€™lam. PERBEDAAN FILSAFAT DENGAN ILMU KALAM Filsafat dan Ilmu Kalam memiliki persamaan di dalam menggunakan muqaddimah-muqaddimah pengantar-pengantar; premis-premis berdasarkan akal untuk menegakkan penjelasan. Namun terdapat perbedaan-perbedaan antara keduanya, sebagai berikut 1-Tema Pembahasan Tema Pembahasan filsafat lebih luas daripada ilmu kalam. Filsafat membahas masalah Ketuhanan Teologi, Alam Fisika, Matematika, dan Pembahasan Mantiq Logika. Sedangkan ilmu kalam hanya membahas tentang aqidah keyakinan-keyakinan keimanan. 2-Metodologi Pembahasan Ahli kalam membela aqidah keyakinan-keyakinan keimanan, seperti keberadaan Allah, keesaan Allah, kenabian, dan lainnya, berpegang dengan dalil-dalil akal. Sedangkan Ahli Filsafat juga berpegang dengan dalil-dalil akal, namun memiliki keyakinan yang kontra dengan Ahli Kalam. 3-Sisi Kemunculan dan Perkembangan Kemunculan filsafat lebih dahulu dari ilmu kalam. Filsafat muncul bukan dari satu bangsa tertentu, namun dibangun oleh berbagai bangsa. Sehingga di dapatkan filsafat India Kuno, filsafat Cina, filsafat Yunani, filsafat Barat Modern, dan filsafat Arab. Sedangkan ilmu kalam hanya muncul di kalangan kamu muslimin, karena tujuan kemunculannya adalah untuk membantah orang-orang ateis atau ahli bidโ€™ah yang menyimpang, menurut anggapannya. PERCAMPURAN ILMU KALAM DENGAN FILSAFAT Pada asalnya ada beberapa perbedaan antara filsafat dengan ilmu kalam sebagaimana di atas, namun di dalam prakteknya keduanya bercampur menjadi satu. Ibnu Khaldun wafat th. 1406 H โ€œDua metode itu filsafat dan Ilmu kalam telah bercampur di kalangan Muta-akhirin. Masalah-masalah kalam telah bercampur dengan masalah-masalah filsafat, yang mana kedua cabang ilmu itu tidak terpisahkan dari yang lainโ€. Muqoddimah Ibni Kholdun, 1/591 Adapun penyebabnya adalah karena Abu Hamid Al-Ghazali memasukkan ilmu mantiq logika ke dalam ilmu-ilmu kaum muslimin, kemudian diikuti oleh banyak orang lainnya. Lihat Muqoddimah Ibni Kholdun, 1/590 BOLEHKAH MEMPELAJARI ILMU FILSAFAT? Sebagaimana penjelasan di atas, bahwa ilmu filsafat memiliki cabang-cabang filsafat yang sesuai dengan bidang-bidang yang dikajinya. Abu Hamid Al-Ghazali wafat th. 505 Hmenyebutkan bahwa filsafat mencakup 4 pembahasan Ketuhanan Teologi, Alam Fisika, Matematika, dan Pembahasan Mantiq Logika. Ihyaโ€™ Ulumuddin, 1/22 Kemudian bolehkah kaum muslimin mempelajari filsafat? Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu kami sampaikan bahwa penggunaan dalil-dalil akal tidaklah mutlak dilarang oleh Ulama. Karena di dalam Al-Qurโ€™an banyak menggunakan dalil-dalil akal untuk mengajak manusia beriman dan untuk membantah kemusyrikan dan kekafiran. Para Fuqoha Ahli hukum Islam menggunakan qiyas fiqih, dan ini termasuk penggunaan dalil-dalil akal. Demikian juga imam-imam Salaf menggunakan dalil-dalil akal di dalam bantahan mereka kepada para Ahli Bidโ€™ah, seperti Jahmiyah, Muโ€™tazilah, dan lainnya. Tetapi Ulama melarang menggunakan akal bukan pada tempatnya. Penggunaan akal di dalam pembahasan Alam Fisika, Matematika, dan Pembahasan Mantiq Logika, secara umum tidak disalahkan. Sebab pembahasan itu ada di dalam jangkauan akal. Namun penggunaan akal di dalam pembahasan Ketuhanan Teologi atau kepercayaan, inilah yang dilarang oleh ulama. Sebab ini adalah pembahasan dalam perkara ghaib. Ini adalah bidang wahyu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh wafat th 728 H berkata ูˆุงู„ุฎุทุฃ ููŠู…ุง ุชู‚ูˆู„ู‡ ุงู„ู…ุชูู„ุณูุฉ ููŠ ุงู„ุฅู„ู‡ูŠุงุช ูˆุงู„ู†ุจูˆุงุช ูˆุงู„ู…ุนุงุฏ ูˆุงู„ุดุฑุงุฆุน ุฃุนุธู… ู…ู† ุฎุทุฃ ุงู„ู…ุชูƒู„ู…ูŠู† ูˆุฃู…ุง ููŠู…ุง ูŠู‚ูˆู„ูˆู†ู‡ ููŠ ุงู„ุนู„ูˆู… ุงู„ุทุจูŠุนูŠุฉ ูˆุงู„ุฑูŠุงุถูŠุฉ ูู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ุตูˆุงุจ ุงู„ู…ุชูู„ุณูุฉ ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุตูˆุงุจ ู…ู† ุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ู… ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒู„ุงู… ูุฅู† ุฃูƒุซุฑ ูƒู„ุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒู„ุงู… ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุจู„ุง ุนู„ู… ูˆู„ุง ุนู‚ู„ ูˆู„ุง ุดุฑุน ูˆู†ุญู† ู„ู… ู†ู‚ุฏุญ ููŠู…ุง ุนู„ู… ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ุทุจูŠุนูŠุฉ ูˆุงู„ุฑูŠุงุถูŠุฉ โ€œKesalahan yang diucapkan oleh Ahli Filsafat tentang ketuhanan teologi, kenabian, akhirat, dan syariโ€™at-syariโ€™at, lebih besar dari kesalahan Ahli Kalam. Namun apa yang diucapkan oleh Ahli Filsafat tentang ilmu-ilmu alam dan matematika, terkadang kebenaran Ahli Filsafat lebih banyak daripada Ahli Kalam yang membantah mereka. Karena kebanyakan perkataan Ahli Kalam di dalam perkara-perkara ini tanpa ilmu, tanpa akal, dan tanpa syariโ€™at. Dan kami tidak menyalahkan perkara-perkara ilmu alam dan matematika yang telah diketahui kebenarannyaโ€. Ar-Rodd alal Mantiqiyyin, hlm. 311 BOLEHKAH MEMPELAJARI ILMU KALAM? Perlu diketahui bahwa semenjak awal masuknya ilmu filsafat ke dalam ilmu-ilmu kaum muslimin, sudah terjadi perselisihan. Sebagian orang menganggapnya sebagai kebaikan, sebagian yang yang lain menganggapnya sebagai bidโ€™ah dan keburukan. Dan itu terus berlanjut sampai sekarang. Bahkan terjadi kesalahan banyak orang sekarang, yaitu menyamakan ilmu kalam dengan ilmu tauhid, ilmu aqidah, ilmu fiqih akbar. Maka untuk mengetahui kebenaran dari hal-hal yang diperselisihkan kaum muslimin, harus dikembalikan kepada Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah. Alloh Taโ€™ala berfirman ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ูˆูŽุฃููˆู’ู„ูู‰ ุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ูƒูู…ู’ ููŽุฅูู† ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุดูŽู‰ู’ุกู ููŽุฑูุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุฃูŽุฎูุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ุงู‹ โ€œHai orang-orang yang beriman, taโ€™atilah Alloh dan taโ€™atilah Rosul Nya, dan ulil amri ulama dan umaroโ€™ di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al-Quran dan Rasul Sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya.โ€ QS. An-Nisaโ€™/4 59 Dan kita harus meyakini bahwa agama Islam sudah sempurna, Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah sudah mencukupi kaum muslimin di dalam meniti jalan kebenaran. Tanpa ilmu filsafat dan ilmu kalam, agama Islam sudah cukup dan sempurna. Alloh Taโ€™ala berfirman ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง โ€œPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agamamu.โ€ QS. Al-Maidah/5 3 Kita juga wajib menjadikan generasi awal umat ini sebagai teladan di dalam beragama, sebab mereka adalah sebaik-baik manusia. Dan mereka tidak mengenal ilmu filsafat dan ilmu kalam. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุฑู’ู†ููŠ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู„ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู„ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ โ€œSebaik-baik manusia adalah generasiku yaitu generasi sahabat, kemudian orang-orang yang mengiringinya yaitu generasi tabiโ€™in, kemudian orang-orang yang mengiringinya yaitu generasi tabiโ€™ut tabiโ€™in.โ€ Hadits Mutawatir, riwayat Bukhari, dan lainnya Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh wafat th. 751 H berkata โ€œNabi shallallahu alaihi wasallam memberitakan bahwa sebaik-baik generasi adalah generasi beliau secara mutlak. Itu mengharuskan mendahulukan mereka di dalam seluruh masalah dari masalah-masalah kebaikanโ€. Iโ€™lamul Muwaqqiโ€™in 2/398, penerbit Darul Hadits, Kairo, th 1422 H / 2002 H Dan ketika terjadi perselisihan umat Islam, Nabi shallallahu alaihi wasallam sudah memberikan wasiatnya ุฃููˆุตููŠูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุนู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุญูŽุจูŽุดููŠู‘ู‹ุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนูุดู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุฏููŠ ููŽุณูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงูู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุณูู†ู‘ูŽุชู ูˆูŽุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ููŠู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู†ูŽ ุชูŽู…ูŽุณู‘ูŽูƒููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุนูŽุถู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงุฌูุฐู ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉูŒ โ€œAku wasiatkan kepada kamu untuk bertaqwa kepada Allah; mendengar dan taat kepada penguasa kaum muslimin, walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan giggitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru dalam agama, karena semua perkara baru dalam agama adalah bidโ€™ah, dan semua bidโ€™ah adalah sesat.โ€ HR. Abu Dawud no 4607; Tirmidzi 2676; Ad-Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al-Irbadh bin Sariyah Dan kenyataan, bahwa ilmu filsafat dan ilmu kalam tidak ada di dalam sunah Nabi dan sunah Khulafaur Rosyidin. BACA JUGA Bagaimanakah Kedudukan Aqidah Dalam Islam? Ahlussunnah selalu memprioriaskan tauhid dalam berdakwah Nasehat Bagi Mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam SIKAP IMAM EMPAT Salafus Sholih dari kalangan sahabat dan tabiโ€™in tidak mengenal ilmu filsafat dan ilmu kalam. Dan ketika ilmu filsafat merasuki sebagian kaum muslimin, para ulama menentangnya. Kami bawakan perkataan imam empat, imam-imam yang diakui di seluruh dunia kaum muslimin. Imam Abu Hanifah rohimahulloh wafat th 150 H ุนูŽู†ู’ ู†ููˆุญู ุงู„ู’ุฌูŽุงู…ูุนู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ู„ูุฃูŽุจููŠ ุญูŽู†ููŠููŽุฉูŽ ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ู ูููŠู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุถู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ุณูŽุงู…ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู‚ูŽุงู„ูŽุงุชู ุงู„ู’ููŽู„ูŽุงุณูููŽุฉูุŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุซูŽุฑู ูˆูŽุทูŽุฑููŠู‚ูŽุฉู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽููุŒ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ Dari Nuh Al-Jamiโ€™, dia berkata Aku bertanya kepada Abu Hanifah, โ€œBagaimana pendapatmu mengenai perkara yang diada-adakan oleh orang-orang, yaitu kalam pembicaraan tentang sifat dan jisim?โ€. Maka beliau menjawab โ€œItu adalah perkataan-perkataan Ahli Filsafat! Hendaklah engkau mengikuti riwayat dan jalan Salaf! Jauhilah semua perkara baru dalam agama, sesungguhnya itu adalah bidโ€™ah!โ€ Ahadits fii Dzammil Kalam wa Ahlihi, hlm. 86 Imam Malik rohimahulloh wafat th 179 H ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุงู„ููƒู ุจู’ู†ู ุฃูŽู†ูŽุณู ูˆูŽุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู‡ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุนูุจูŽูŠู’ุฏูุŒ ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู…ู’ุฑู‹ุงุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุงุจู’ุชูŽุฏูŽุนูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุจูุฏูŽุนูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ู„ูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููˆู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ููˆุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูƒูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุฑูŽุงุฆูุนูุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ู ุจูŽุงุทูู„ูŒุŒ ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุงุทูู„ู Dari Abdurrahman bin Mahdiy, dia berkata โ€œAku masuk menemui imam Malik bin Anas, dan di dekatnya ada seorang laki-laki yang bertanya tentang Al-Qurโ€™an, maka beliau berkata, โ€œMungkin engkau termasuk murid-murid Amr bin Ubaid. Semoga Allah melaknat Amr bin Ubaid, dia telah membuat bidโ€™ah ilmu kalam, jika kalam merupakan ilmu, niscaya para sahabat dan para tabiโ€™in telah berbicara dengan ilmu kalam tentang hokum-hukum dan syariโ€™at-syaiโ€™at. Tetapi itu ilmu kalam adalah kebatilan dan menunjukkan kepada kebatilanโ€. Ahadits fii Dzammil Kalam wa Ahlihi, hlm. 96-97 Imam Syafiโ€™iy rohimahulloh wafat th 204 H ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุฃูˆุตู‰ ุจูƒุชุจู‡ ู…ู† ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ู„ูุฃูŽุญูŽุฏูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ูƒูุชูุจู ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ ูููŠ ุงู„ู’ูˆูŽุตููŠู‘ูŽุฉูุŒ ู„ูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู โ€œJika seseorang mewasiatkan kitab-kitab ilmunya untuk orang lain, dan di dalam kitab-kitabnya itu ada kitab-kitab ilmu kalam, maka kitab-kitab ilmu kalam itu tidak masuk di dalam wasiat, sebab ilmu kalam itu bukan ilmu!โ€ Ahadits fii Dzammil Kalam wa Ahlihi, hlm. 90 Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh wafat th 241 H Imam Ahmad menyatakan di dalam suratnya yang beliau tulis kepada Kholifah Al-Mutawakkil dalam masalah Al-Qurโ€™an ูˆู„ุณุช ุจุตุงุญุจ ูƒู„ุงู… ูˆู„ุง ุฃุฑู‰ ุงู„ูƒู„ุงู… ููŠ ุดูŠุก ู…ู† ู‡ุฐุงุŒ ุฅู„ุง ู…ุง ูƒุงู† ููŠ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุนุฒ ูˆุฌู„ โ€“ ุฃูˆ ููŠ ุญุฏูŠุซ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูˆ ุนู† ุฃุตุญุงุจู‡ ุฃูˆ ุนู† ุงู„ุชุงุจุนูŠู† ูุฃู…ุง ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ูุฅู† ุงู„ูƒู„ุงู… ููŠู‡ ุบูŠุฑ ู…ุญู…ูˆุฏ โ€œAku bukan ahli kalam, dan aku tidak berpandangan untuk kalamโ€™ berbicara di dalam sesuatupun tentang ini, kecuali apa yang ada di dalam Kitab Alloh Azza wa Jalla, atau yang ada di dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam , atau dari sahabat-sahabatnya, atau dari tabiโ€™in. Adapun selain itu, maka kalamโ€™ pembicaraan tentang agama tidak terpujiโ€. Al-Masail war Rosail, 2/398, dinukil dari Mausuโ€™atul Firoq al-Muntasibah lil Islam, hlm. 208 Ini adalah sebagian kecil perkataan Imam Empat tentang ilmu kalam. Masih banyak sekali perkataan mereka dan para ulama lainnya tentang keburukan ilmu kalam. Yang aneh adalah para ulama ilmu kalam yang menjadi pengikut Madzhab Empat. Mereka meninggalkan perkataan imam-imam mereka yang mengharamkan dan mencela ilmu kalam, yang ini adalah masalah ushuluddin. Namun mereka mengajak untuk bertaqlid kepada imam-imam mereka itu di dalam masalah furuโ€™ hukum-hukum fiqih. KEBENARAN NASEHAT SALAF Para ulama Salaf, termasuk Imam Empat, telah memberikan nasehat yang benar, ketika mereka melarang kaum muslimin dari mempelajari ilmu kalam. Karena ternyata ilmu kalam tidak membawa kepada keyakinan beragama, bahkan mengakibatkan kebingungan dan keraguan. Padahal niat para Ahli Kalam sebenarnya untuk meraih keyakinan di dalam beragama. Banyak tokoh-tokoh ilmu kalam berakhir dengan penyesalan setelah menggeluti ilmu kalam, kemudian mereka kembali kepada aqidah Salaf, berdasarkan Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah. Di antara mereka adalah Al-Fakhrur Razi rohimahulloh wafat th. 606 H Beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Umar Fakhrud din Ar-Razi, penyusun kitab tafsir Mafatihul Ghaib. Beliau berkata ู†ูู‡ูŽุงูŠูŽุฉู ุฅูู‚ู’ุฏูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูู‚ููˆู’ู„ู ุนูู‚ูŽุงู„ู ูˆูŽุบูŽุงูŠูŽุฉู ุณูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุถูŽู„ุงูŽู„ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ูˆูŽุงุญูู†ูŽุง ูููŠ ูˆูŽุญู’ุดูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฌูุณููˆู’ู…ูู†ูŽุง ูˆูŽุญูŽุงุตูู„ู ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽุฐูŽูŠ ูˆูŽูˆูŽุจูŽุงู„ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ู†ูŽุณู’ุชูŽููุฏู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุญู’ุซูู†ูŽุง ุทููˆู’ู„ูŽ ุนูู…ู’ุฑูู†ูŽุง ุณููˆูŽูŠ ุฃูŽู†ู’ ุฌูŽู…ูŽุนู’ู†ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู‚ููŠู’ู„ูŽ ูˆูŽ ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุฃูŽู…ู‘ูŽู„ู’ุชู ุงู„ุทู‘ูุฑูู‚ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู†ูŽุงู‡ูุฌูŽ ุงู„ู’ููŽู„ู’ุณูŽูููŠู‘ูŽุฉูŽ, ููŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุชูŽุดู’ูููŠ ุนูŽู„ููŠู’ู„ุงู‹, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุฑู’ูˆููŠ ุบูŽู„ููŠู’ู„ุงู‹, ูˆูŽ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽ ุงู„ุทู‘ูุฑูู‚ู ุทูŽุฑููŠู’ู‚ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู, ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ูููŠู’ ุงู„ู’ุฅูุซู’ุจูŽุงุชู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู’ู„ุนูŽุฑู’ุดู ุงุณู’ุชูŽูˆูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽุตู’ุนูŽุฏู ุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ูููŠู’ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ูŠู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูƒูŽู…ูุซู’ู„ูู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุญููŠุทููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุชูŽุฌู’ุฑูุจูŽุชููŠ ุนูŽุฑูŽููŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุชููŠ Akhir mendahulukan akal adalah keruwetan Kebanyakan usaha manusia adalah kesesatan Ruh-ruh kami di dalam kedukaan terhadap jasad kami Akibat dunia kami adalah penderitaan dan kebinasaan Kami tidak mendapatkan faedah dari pembahasan kami sepanjang umur kami Kecuali apa yang telah kami kumpulkan berupa โ€œkatanyaโ€ dan โ€œmereka telah berkataโ€ Sesungguhnya aku telah memikirkan metode-metode ilmu kalam mantik, logika, dan kaedah-kaedah filsafat, maka aku tidaklah melihatnya akan menyembuhkan orang yang sakit dan tidak melegakan orang yang dahaga. Dan aku telah melihat metode yang paling praktis adalah metode Al-Qurโ€™an. Aku membaca di dalam penetapan sifat Allah ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู’ู„ุนูŽุฑู’ุดู ุงุณู’ุชูŽูˆูŽู‰ Yaitu Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas Arsy. QS. Thoha/20 5 ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽุตู’ุนูŽุฏู ุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ู Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. QS. Fathir/35 10 Dan aku membaca di dalam peniadaan sifat Allah ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูƒูŽู…ูุซู’ู„ูู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. QS. Asy-Syura/42 11 ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุญููŠุทููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง Sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya. QS. Thoha/20 110 Barangsiapa telah memiliki pengalaman sebagaimana pengalamanku, niscaya dia mengetahui seperti pengetahuankuโ€. Ighotsatul Lahfan, 1/72, karya Ibnul Qoyyim, penerbit Dar Alam Fawaid, cet 1, th 1432 APAKAH ILMU KALAM MASUK KE DALAM USHUL FIQIH Penulisan ilmu Ushul fiqih di kalangan kaum muslimin dipelopori oleh imam Asy-Syafiโ€™i rohimahulloh wafat th. 204 H dengan kitab beliau Ar-Risalah. Kemudian dilanjutkan oleh imam Ibnu Abdil Barr rohimahulloh wafat th. 463 H dengan kitab beliau Jamiโ€™ fi Bayanil ilmi wa Fadhlihi. Kemudian di dalam perkembangan ilmu ushul fiqih, ada sebagian ulama berusaha memasukkan ilmu mantiq logika dari cabang ilmu filsafat ke dalam ilmu ushul fiqih. Seperti yang dilakukan oleh Ibnu Hazm Al-Andalusi rohimahulloh wafat th. 456 H di dalam kitab Ihkamul Ahkam dan Abu Hamid Al-Ghazali rohimahulloh wafat th. 505 H di dalam Al-Mus-tashfa. Namun para ulama berusaha membersihkan penyimpangan-penyimpangan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahulloh wafat th. 620 H dengan kitab beliau Roudhotun Nazhir. Ringkasnya, kalau ingin mempelajari ilmu ushul fiqih, maka hendaklah menggunakan kitab ushul fiqih yang disusun oleh para ulama Ahlus Sunnah yang sudah dikenal ilmu dan amanahnya, sehingga selamat dari berbagai penyimpangan yang ada. Di antara kitab tersebut ada yang ringkas, seperti kitab Al-ushul min ilmil Ushul, karya Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahulloh wafat th 1421 H. Ada juga kitab yang agak tebal, seperti kitab Maโ€™alim Ushul Fiqih inda Ahlis Sunnah, karya Syaikh DR. Muhammad bin Husain bin Hasan Al-Jizani hafizhohulloh. Demikian sedikit jawaban dari pertanyan saudara, semoga bermanfaat. Wallahu aโ€™lam. Disusun oleh Ustadz Muslim Al-Atsari ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ Selasa, 12 Shafar 1442 H/ 29 September 2020 M Ustadz Muslim Al-Atsari ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ Beliau adalah Pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muslim Al-Atsari ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ klik disini